Minggu, 23 Mei 2010

cerita daerah

Lampung
Buaya
Perompak

spkr.gif (282 bytes)Pada jaman dahulu, Sungai Tulang Bawang sangat terkenal akan keganasan buayanya. Sehingga orang yang berlayar disana maupun para penduduk yang tinggal disana perlu untuk sangat berhati-hati. Menurut cerita, sudah banyak manusia yang hilang begitu saja disana.

IFM 10 woven Suma.gif (8989 bytes)
spkr.gif (282 bytes)Pada suatu hari, kejadian yang menyedihkan itu terulang kembali. Orang yang hilang itu adalah seorang gadis rupawan yang bernama Aminah. Anehnya, meskipun penduduk seluryh kampung tepi Sungai Tulang Bawang mencarinya. Tidak ada jejak yang tertinggal. Sepertinya ia sirna ditelan bumi.

spkr.gif (282 bytes)Nun jauh dari kejadian itu, di dalam sebuah gua besar tergoleklah Aminah. Ia baru saja tersadar dari pingsannya. Betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa gua itu dipenuhi oleh harta benda yang ternilai harganya. Ada permata, emas, intan, maupun pakaian yang indah-indah. Harta benda itu mengeluarkan sinar yang berkilauan.

spkr.gif (282 bytes)Belum habis rasa takjubnya, dari sudut gua terdengarlah sebuah suara yang besar, "janganlah takut gadis rupawan! Meskipun aku berwujud buaya, sebenarnya aku adalah manusia sepertimu juga. Aku dikutuk menjadi buaya karena perbuatanku dulu yang sangat jahat. Namaku dulu adalah Somad, perampok ulung di Sungai Tulang Bawang. Dulu aku selalu merampok setiap saudagar yang berlayar disini. Semua hasil rampokanku kusimpan dalam gua ini. Kalau aku butuh makanan maka harta itu kujual sedikit di pasar desa tepi sungai. Tidak ada seorangpun yang tahu bahwa aku telah membangun terowongan di balik gua ini. Terowongan itu menghubungkan gua ini dengan desa tersebut."

spkr.gif (282 bytes)Tanpa disengaja, si buaya perompak tersebut sudah membuka rahasia gua tempat kediamannya. Secara seksama Aminah menyimak dan mengingat keterangan berharga itu. Buaya itu selalu memberinya hadiah perhiasan. Harapannya adalah agar Aminah mau tetap tinggal bersamanya. Namun keinginan Aminah untuk segera kembali ke kampung halamannya makin menjadi-jadi.

spkr.gif (282 bytes)Pada suatu hari, buaya perompak tersebut sedikit lengah. Ia tertidur dan meninggalkan pintu guanya terbuka. Si Aminah pun keluar sambil berjingkat-jingkat. Di balik gua itu ditemukannya sebuah terowongan yang sempit. Setelah cukup lama menelusuri terowongan itu, tiba-tiba ia melihat sinar matahari. Betapa gembiranya ia ketika keluar dari mulut terowongan itu. Disana Aminah ditolong oleh penduduk desa yang mencari rotan. Lalu Aminah memberi mereka hadiah sebagian perhiasan yang dibawanya. Aminah akhirnya bisa kembali ke desanya dengan selamat. Ia pun selanjutnya hidup tenteram disana.

cerita daerah


Sumatra Selatan
Si Pahit Lidah

(Seri 1)

spkr.gif (282 bytes) Tersebutlah kisah seorang pangeran dari daerah Sumidang bernama Serunting. Anak keturunan raksasa bernama Putri Tenggang ini, dikhabarkan berseteru dengan iparnya yang bernama Aria Tebing. Sebab permusuhan ini adalah rasa iri-hati Serunting terhadap Aria Tebing.

spkr.gif (282 bytes)Dikisahkan, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan. Dibawah pepohonan itu tumbuhlah cendawan. Cendawan yang menghadap kearah ladang Aria tebing tumbuh menjadi logam emas. Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna.

spkr.gif (282 bytes)Perseteruan itu, pada suatu hari telah berubah menjadi perkelahian. Menyadari bahwa Serunting lebih sakti, Arya Tebing menghentikan perkelahian tersebut. Ia berusaha mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Ia membujuk kakaknya (isteri dari Serunting) untuk memberitahukannya rahasia kesaktian Serunting.

spkr.gif (282 bytes)Menurut kakaknya Aria Tebing, kesaktian dari Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar (meskipun tidak ditiup angin). Bermodalkan informasi itu, Aria Tebing kembali menantang Serunting untuk berkelahi.

spkr.gif (282 bytes)Dengan sengaja ia menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar itu. Serunting terjatuh, dan terluka parah. Merasa dikhianati isterinya, ia pergi mengembara.

spkr.gif (282 bytes)Serunting pergi bertapa ke Gunung Siguntang. Oleh Hyang Mahameru, ia dijanjikan kekuatan gaib. Syaratnya adalah ia harus bertapa di bawah pohon bambu hingga seluruh tubuhnya ditutupi oleh daun bambu. Setelah hampir dua tahun bersemedi, daun-daun itu sudah menutupi seluruh tubuhnya. Seperti yang dijanjikan, ia akhirnya menerima kekuatan gaib. Kesaktian itu adalah bahwa kalimat atau perkataan apapun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. Karena itu ia diberi julukan si Pahit Lidah.

spkr.gif (282 bytes)Ia berniat untuk kembali ke asalnya, daerah Sumidang. Dalam perjalanan pulang tersebut ia menguji kesaktiannya. Ditepian Danau Ranau, dijumpainya terhampar pohon-pohon tebu yang sudah menguning. Si Pahit Lidah pun berkata, "jadilah batu." Maka benarlah, tanaman itu berubah menjadi batu. Seterusnya, ia pun mengutuk setiap orang yang dijumpainya di tepian Sungai Jambi untuk menjadi batu.

spkr.gif (282 bytes)Namun, ia pun punya maksud baik. Dikhabarkan, ia mengubah Bukit Serut yang gundul menjadi hutan kayu. Di Karang Agung, dikisahkan ia memenuhi keinginan pasangan tua yang sudah ompong untuk mempunyai anak bayi

cerita daerah

IFM 23 batik 4 Java.gif (5533 bytes)

DKI
Jakarta
Si Pitung

spkr.gif (282 bytes)Si Pitung adalah seorang pemuda yang soleh dari Rawa Belong. Ia rajin belajar mengaji pada Haji Naipin. Selesai belajar mengaji ia pun dilatih silat. Setelah bertahun- tahun kemampuannya menguasai ilmu agama dan bela diri makin meningkat.

spkr.gif (282 bytes)Pada waktu itu Belanda sedang menjajah Indonesia. Si Pitung merasa iba menyaksikan penderitaan yang dialami oleh rakyat kecil. Sementara itu, kumpeni (sebutan untuk Belanda), sekelompok Tauke dan para Tuan tanah hidup bergelimang kemewahan. Rumah dan ladang mereka dijaga oleh para centeng yang galak.

spkr.gif (282 bytes)Dengan dibantu oleh teman-temannya si Rais dan Jii, Si Pitung mulai merencanakan perampokan terhadap rumah Tauke dan Tuan tanah kaya. Hasil rampokannya dibagi-bagikan pada rakyat miskin. Di depan rumah keluarga yang kelaparan diletakkannya sepikul beras. Keluarga yang dibelit hutang rentenir diberikannya santunan. Dan anak yatim piatu dikiriminya bingkisan baju dan hadiah lainnya.

spkr.gif (282 bytes)Kesuksesan si Pitung dan kawan-kawannya dikarenakan dua hal. Pertama, ia memiliki ilmu silat yang tinggi serta dikhabarkan tubuhnya kebal akan peluru. Kedua, orang-orang tidak mau menceritakan dimana si Pitung kini berada. Namun demikian orang kaya korban perampokan Si Pitung bersama kumpeni selalu berusaha membujuk orang-orang untuk membuka mulut.

spkr.gif (282 bytes)Kumpeni juga menggunakan kekerasan untuk memaksa penduduk memberi keterangan. Pada suatu hari, kumpeni dan tuan-tuan tanah kaya berhasil mendapat informasi tentang keluarga si Pitung. Maka merekapun menyandera kedua orang tuanya dan si Haji Naipin. Dengan siksaan yang berat akhirnya mereka mendapatkan informasi tentang dimana Si Pitung berada dan rahasia kekebalan tubuhnya.

spkr.gif (282 bytes)Berbekal semua informasi itu, polisi kumpeni pun menyergap Si Pitung. Tentu saja Si Pitung dan kawan-kawannya melawan. Namun malangnya, informasi tentang rahasia kekebalan tubuh Si Pitung sudah terbuka. Ia dilempari telur-telur busuk dan ditembak. Ia pun tewas seketika.Meskipun demikian untuk Jakarta, Si Pitung tetap dianggap sebagai pembela rakyat kecil.

cerita daerah

gunung.JPG (7283 bytes) Jawa Barat
Sangkuriang

spkr.gif (282 bytes)Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi.Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu.

spkr.gif (282 bytes)Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya.

Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan.

spkr.gif (282 bytes)Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembara.

spkr.gif (282 bytes)Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi.

spkr.gif (282 bytes)Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya.

Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi demi melihat bekas luka di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau. Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan.

Maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing.

Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota.

Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi.

Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama "Tangkuban Perahu."

Lirik lagu Mikha Tambayong Bekas Pacar

Mikha Tambayong

Bekas Pacar


Pasti tak pernah terbayangkan olehmu
Kau pun bertanya tanya
Kata siapa dari siapa
Sampai ku tahu belangnya

Tak usah kira kamu hebat
Ternyata kamu bukan sahabat
Tak usah kira aku marah
Malah mau ku kasih selamat
Ambilah saja bekas pacarku

Sebenarnya aku tahu sejak lama
Hanya ku berpura-pura
Kamu siapa dia siapa
Teman dan pacar tak setia

Tak usah kira kamu hebat
Ternyata kamu bukan sahabat
Tak usah kira aku marah
Malah mau ku kasih selamat
Ambilah saja bekas pacarku

Sebenarnya aku tahu sejak lama
Hanya ku berpura-pura
Kamu siapa dia siapa
Teman dan pacar tak setia

Pasti tak pernah terbayangkan olehmu
Kau pun bertanya tanya
Kata siapa dari siapa
Sampai ku tahu belangnya

Tak usah kira kamu hebat
Ternyata kamu bukan sahabat
Tak usah kira aku marah
Malah mau ku kasih selamat
Ambilah saja bekas pacarku

Sebenarnya aku tahu sejak lama
Hanya ku berpura-pura
Kamu siapa dia siapa
Teman dan pacar tak setia

Tak usah kira kamu hebat
Ternyata kamu bukan sahabat
Tak usah kira aku marah
Malah mau ku kasih selamat
Ambilah saja bekas pacarku

Sebenarnya aku tahu sejak lama
Hanya ku berpura-pura
Kamu siapa dia siapa
Teman dan pacar tak setia

Lirik lagu Armada Mau Dibawa Kemana

Armada

Mau Dibawa Kemana


Intro : A

A
Semuanya telah kuberi
A
dengan kesungguhan hati
D A
Untukmu hanya untukmu

A
Tak perlu kau tanya lagi
A
siapa pemilik hati ini
D A E
Kau tahu pasti dirimu

Bm
tolong lihat aku
Dm E
dan jawab pertanyaanku

Chorus
D Dm A
Mau dibawa kemana hubungan kita
Bm
jika kau terus menunda-nunda dan
Dm E
dan tak pernah nyatakan cinta
D Dm A
Mau dibawa kemana hubungan kita
Bm
Ku tak akan terus jalani
Dm E
tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku

Intro : A Bm D

A
Tak perlu kau tanya lagi
A
siapa pemilik hati ini
D A E
Kau tahu pasti dirimu

Bm
tolong lihat aku
Dm E
dan jawab pertanyaanku

Chorus
D Dm A
Mau dibawa kemana hubungan kita
Bm
jika kau terus menunda-nunda dan
Dm E
dan tak pernah nyatakan cinta
D Dm A
Mau dibawa kemana hubungan kita
Bm
Ku tak akan terus jalani
Dm E
tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku

Interlude : D A/C# Bm E
D A/C# Bm F#m C#m E

Bm
tolong lihat aku
Dm E
dan jawab pertanyaanku

Chorus
D Dm A
Mau dibawa kemana hubungan kita
Bm
jika kau terus menunda-nunda dan
Dm E
dan tak pernah nyatakan cinta
D Dm A
Mau dibawa kemana hubungan kita
Bm
Ku tak akan terus jalani
Dm E
tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku

Outro A

Lirik lagu D'Bagindas Tak Seindah Malam Kemarin

D'Bagindas

Tak Seindah Malam Kemarin


Hati ini tak menyangka
Bila akhirnya kau tinggalkanku

[*]
Tak tertahan luka ini
Ku menangis tak kuasa
‘tuk menahan pedihnya hatiku

[**]
Tanpa ada kata kau meninggalkanku
Menyisahkan luka dihatiku
Betapa sakitnya relung batinku
Merasakan hilangnya cintamu

[***]
Malam ini tak seperti
Malam kemarin saat kau peluk aku
Malam ini tak seperti
Malam kemarin saat kau bersamaku
Malam ini tak seindah
Malam kemarin

Jiwa ini tak menduga
Bila ku harus kehilanganmu

Back to [*]{**][***]

Back to [**][***]

Malam ini tak seperti
Malam kemarin
Malam ini tak seindah
Malam kemarin

Rabu, 21 April 2010

joke

>> UDIN DI BAR NEW YORK

Udin yg asli Betawi suatu hari jalan2 ke New York dan masuk bar di situ.

Dia melihat seorang pria berkata kepada bartender: “Jack Daniels, single.” Lalu bartender memberikan segelas minuman.

Trus, datang lagi orang lain: “Johnny Walker, single.” Bartender kembali memberikan segelas minuman.

Maka dengan percaya diri Udin mendekati bartender dan berkata: “Udin bin Sanusi, married.”

Rocks - Madu Dan Racun

Rocks - Madu Dan Racun


Engkau yang cantik
Engkau yang manis
Engkau yang manja

Selalu tersipu
Rawan sikapmu
Di balik kemelutmu

Di remang kabutmu
Di tabir mega-megamu
Ku terlihat
Dua tangan di balik punggung mu

Madu di tangan kanan mu
Racun di tangan kiri mu
Aku tak tahu mana yang
Akan kau berikan padaku

( fade… )

joke

>> AJALMU TIBA…

Seorang yang sedang menjelajah di pedalaman Amazon tiba-tiba saja sudah dikepung sekelompok primitif yang haus darah.

“Oo… Tuhan matilah aku…”, gumamnya.

Tiba-tiba dari langit diatasnya ada kilatan cahaya, dan terdengar suara menggema:

“Tidak anakku…, ajalmu belum tiba. Ambillah batu di dekat kakimu itu dan pukul kepala pemimpin mereka yang tepat berdiri didepanmu itu “.

Si penjelajah itupun mengambil batu dan menyerang pemimpin gerombol itu, dan memukulkan batu itu ke kepala si pemimpin sekuat tenaga… dan si pemimpin itu

mati seketika. Dia berdiri di atas mayat si pemimpin.

Seketika 100 orang primitif itu mengepungnya dengan muka sangat marah karena melihat pemimpinnya terbunuh. Kilatan dari langit itu muncul lagi dengan suara

menggema:

“Sekarang… baru ajalmu tiba anakku…”

D'Bagindas Apa Yang Terjadi

D'Bagindas Apa Yang Terjadi


Mengapa kau tak mau genggam tanganku
Mengapa kau tak mau cium pipiku
Biasanya kalau kau bertemu aku
Cium pipi kanan dan pipi kiriku

Mengapa kini engkau berubah
Mengapa kau berubah begitu cepat

Reff:
Apa yang terjadi pada dirimu
Apa yang terjadi pada hatimu
Apa yang terjadi pada dirimu
Apa yang terjadi pada cintamu

Bila tak cinta engkau katakan saja
Bila tak sayang berterus terang saja
Aku tak akan pernah memaksa cinta
Janganlah pernah kau simpan dalam dada

Cinta itu hanya di dada
Cinta takkan karena terpaksa

Back to Reff:

Cinta itu hanya di dada
Cinta takkan karena terpaksa

Back to Reff: 2x

Soal Latihan Conditional

Soal Latihan Conditional


Complete the Conditional Sentences.

  1. If the midfielders the ball more exactly, our team more chances to attack.
  2. If the forwards faster, they more goals.
  3. Their motivation if they a goal during the first half.
  4. The fullbacks one or the other goal if they their opponents.
  5. If the goalie up, he the ball.
  6. If the referee the foul, he a penalty kick to our team.
  7. Our team in better form if they harder the weeks before.
  8. The game better if the trainer a substitute in during the second half.
  9. If it a home game, our team the match.
  10. If our team the match, they up in the league.

soal latihan adjective clause

soal latihan adjective clause

1) (a) An antecedent is a word.
(b) A pronoun refers to this word.

2) (a) The blue whale is considered the largest animal that has ever lived.
(b) It can grow to 100 feet and 150 tons.

3) (a) The plane was met by a crowd of 300.
(b) Some of them had been waiting for more than 4 hours.

4) (a) In this paper, I will describe the basic process.
(b) Raw cotton becomes cotton thread by this process.

5) (a) The researchers are doing case studies of people to determine the importance of

heredity in health and longevity.
(b) These people's families have a history of high blood pressure and heart disease.

6) (a) At the end of this month, scientists at the institute will conduct their AIDS research.
(b) The results of this research will be published within 6 months.

7) (a) According to many education officials, 'math phobia' (that is, a fear of

mathematics) is a widespread problem.
(b) A solution to this problem must and can be found.

8) (a) The art museum hopes to hire a new administrator.
(b) Under this person's direction it will be able to purchase significant pieces of art.

9) (a) The giant anteater licks up ants for its dinner.
(b) Its tongue is longer than 30 centimeters (12 inches).

10) (a) The anteater's tongue is sticky.
(b) It can go in and out of its mouth 160 times a minute.

Soal Latihan active dan passive

Soal Latihan active dan passive


  • Active : He will have met them before I get there tomorrow.
  • Passive : They ................. met by him before I get there tomorrow.
  • Active : She will have watered this plant before I get here this afternoon.
  • Passive : This plant............... watered by her before I get here this afternoon.

  • Active : He would have met them.
  • Passive : They................ met by him.
  • Active : She would have watered this plant.
  • Passive : This plant .............. watered by her.

  • Active : He is meeting them now.
  • Passive : They ............ met by him now.
  • Active : She is watering this plant now.
  • Passive : This plant ............ watered by her now.
  • Active : He was meeting them.
  • Passive : They ..........met by him.
  • Active : She was watering this plant.
  • Passive : This plant .......... watered by her.
  • Active : He has been meeting them.
  • Passive : They ...............met by him.
  • Active : She has been watering this plant.
  • Passive : This plant ............ watered by her.
  • Active : He had been meeting them.
  • Passive : They ................ met by him.
  • Active : She had been watering this plant.
  • Passive : This plant ................. watered by her.
  • Active : He will be meeting them.
  • Passive : They ................met by him.
  • Active : She will be watering this plant.
  • Passive : This plant ................ watered by her.
  • Active : He would be meeting them.
  • Passive : They................. met by him.
  • Active : She would be watering this plant.
  • Passive : This plant .............. watered by her.



  1. Koko’s nose is bleeding. He was punched by his friend right on his nose.
  2. The Indonesian football team was beaten by the Saudi Arabian team.
  3. These plants were watered by my sister a few minutes ago.
  4. There is no meal left. All has been devoured by Yeyes.
  5. English is studied by all high school students.

Senin, 22 Maret 2010

Lobow - terus bersinar

Bila Aku adalah Engkau
Bila Esok terus Menanti
Adakah Ruang / Waktu untuk Menyapa
Dan Merasakan yang Kurasakan

Bila Esok adalah awal
Adakah Harapan menjadi milikku
Bila Esok adalah Akhir
Masihkah senyuman kau beri
untukku selalu untukku

Bila Engkau adalah Aku
Bila Cinta terus Merekah
Adakah cara untuk mengungkap
Dan mengisahkan segalanya

Bila hati terus terjaga
pastikan keajaiban
menanti di hadapanmu
Bila janji terus kau genggam
pastikan cahaya jiwamu
takkan redup
dan terus bersinar…
dan terus bersinar

Bila janji terus kau genggam
pastikan cahaya
jiwamu takkan redup
Bila hati terus terjaga
pastikan keajaiban
menanti di hadapanmu

Bila janji terus kau genggam
pastikan cahaya
jiwamu takkan redup
dan terus bersinar… adalah akhir
pastikan cahay jiwamu
takkan redup
dan terus bersinar

Suara _ Hijau DAun

Disini aku masih sendiri
Merenungi hari-hari sepi
Aku tanpamu
Masih tanpamu

Bila esok hari datang lagi
Ku coba untuk hadapi semua ini
Meski tanpamu
Meski tanpamu

Bila aku dapat bintang yang berpijar
Mentari yang tenang bersamaku disini
Ku dapat tertawa menangis merenung
Di tempat ini aku bertahan

Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku disini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Suara dengarkanlah aku
Apakah aku s’lalu dihatinya
Aku disini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya

Kalau aku masih tetap disini
Ku lewati semua yang terjadi
Aku menunggumu
Aku menunggu

Hilang

Bintang malam kemanakah ia gerangan?
Tak sedikitpun ia meninggalkan jejak
juga bayang… siang atau malam
Adakah rindu ini harus kugenggam,
Hingga esok hari kujelang…

Ku menyayanginya dari lubuk hati
Tetap merindunya meski t’lah pergi
Ku hanya ingin melihat, namun itu pun tak mungkin lagi
Tidakkah rasa ini harusnya mati

dan hilang dari hidupku ini

Senantiasa

Senantiasa
Ku mencoba tuk s’lalu ada
Saat kau menangisi duka
Atau saat berbagi tawa

Senantiasa
Tak pernah cukup mudah
Namun hasrat membuatku bisa
Tentangmu adalah asa

Senantiasa
Kuhindari menorehkan luka
Membuatmu s’lalu bahagia
Kemarin, kini dan sepanjang masa

Letih

Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali

Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir

RINDU

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi

Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat

Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali